Di Ngadirojo, Pacitan, batik tumbuh dari lingkungan yang dekat dengan kehidupan warga. Batik Lorog, juga dikenal sebagai Lorok, memadukan warisan motif Jawa dengan bentuk-bentuk yang ditemukan di alam setempat.
Menurut penelusuran detikJatim, perkembangan pembatikan kawasan ini memiliki jejak sejak masa kolonial. Tradisi tersebut kemudian diteruskan masyarakat, termasuk perajin yang berasal dari kalangan petani.
Motif tumbuhan, burung, dan bentang pesisir memberi kain-kainnya ciri tersendiri. Buah pace, misalnya, hadir bersama unsur alam lain dalam komposisi yang mengingatkan pada karakter Pacitan.
Peringatan Hari Batik menjadi kesempatan melihat karya ini lebih dekat: sebuah kain juga dapat menyimpan ingatan tentang tempat, pekerjaan, dan keseharian pembuatnya. Cerita Lorog memperluas pandangan tentang ragam batik di luar sentra yang paling sering dikenal.



